image-logo
Saat takdir tak sesuai harapan, kita sering merasa tak berdaya. Bagaimana kita bisa menghadapinya? Dengan penerimaan dan kesabaran.
post
/post/menerima-dan-bersabar/
Menerima dan Bersabar atas Ketetapan Allah

Menerima dan Bersabar atas Ketetapan Allah

hero-image-menerima-dan-bersabar

Foto dari Ali Kazal (Unsplash)

Ada kalanya kita dalam posisi tidak bisa melakukan apapun. Merasakan kesempitan dan kesulitan, berada dalam kondisi yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Walau kita tahu hal tersebut tidak enak, kita tidak bisa melakukan apapun untuk mengatasi keadaan tersebut.

Seperti terperangkap dalam sumur tanpa tali yang dalam ini.

Banyak yang bilang, lebih baik menolak dan memberontak, sebagai ekspresi ketidakpuasan. Namun, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, yang terbaik adalah menerima dan bersabar. Di saat yang sama, tetap melakukan tugas kita dengan baik -walau tidak sesuai dengan keinginan kita.

Bersabar bukan berarti pasrah dan hanya mengikuti arus. Kesabaran sejati adalah menerima hal yang tidak menyenangkan, sembari tetap berjalan mencari jalan keluar, atau menunggu masa yang tepat. Sembari terus berdoa ke Allah.

Dan diam serta patuh, bukan berarti merendahkan diri. Kita tetap sadar dengan hak dan kemampuan kita, hanya memang sekarang tidak berdaya. Tetapi kita tetap siaga menunggu masa yang tepat. Sembari terus berdoa ke Allah.

Sembari mencari jalan keluar dan pijakan dari kegelapan ini.

Hal yang tidak sesuai keinginan tersebut -pada akhirnya, adalah takdir yang Allah tetapkan. Marah, sedih, kecewa, itu wajar. Namun jangan sampai hal itu membuat kita tidak menerima.

Mungkin ini kasih sayang Allah untuk kita,
karena yang kita inginkan buruk untuk kita,
atau sebagai ujian untuk menaikkan derajat kita,
atau sebagai musibah atas dosa kita,
dan menjadi penggugur dosa kita.

Dan semoga kita ingat, bahwa segala yang Allah tetapkan selalu baik. Ia telah mengharamkan kezaliman bagi diri-Nya. Percaya kepada Allah.

Yang menjulurkan Tali-Nya setelah diri bersih di dalam sini.

Berat memang, menerima sesuatu yang tidak sesuai keinginan. Namun, jangan lihat sekarang; Lihatlah di masa depan nanti. Bisa jadi -setelah merenungi dengan lebih jernih, kita malah berterima kasih atas hal yang tidak sesuai keinginan tersebut. Bersabarlah hingga saat itu.

Dan sembari menunggu, lakukan peran kita dengan baik. Tidak harus sampai mengubah dunia, tetapi jangan sampai terlalu pasrah dan bermalas-malasan. Lebih lagi sampai zalim dengan dalih "kita juga dizalimi". Jadilah orang yang melakukan perannya dengan baik, tanpa harus menjadi jahat. Seperti itu saja sudah sangat bermanfaat bagi diri kita dan orang lain.

Jangan lupa untuk berdo'a, memohon petunjuk dan kemudahan dalam menjalani usaha kita tersebut. Usaha, kebaikan, serta manfaat yang bisa kita lakukan -sekali lagi, hanya mungkin karena izin Allah. Sesuatu yang dijalani tanpa pertolongan-Nya akan terasa berat.

Dan semoga, keteguhan hati dan kesabaran kita tersebut dilakukan dengan ikhlas karena Allah. Karena-Nya yang tidak pernah tidur dan melihat seluruh usaha dan isi hati kita. Semoga Allah membalas kesabaran kita dengan yang lebih baik dari yang kita harapkan, yang bahkan mungkin tidak bisa kita bayangkan balasannya.

Hingga merasakan keindahan rencana-Nya di masa depan nanti.

Penulis: Zira Fariza